Mendengar kata HIV, banyak yang sudah panik duluan. Ada sebagian kawan-kawan yang mencari-cari info gejala terus di cocok-cocokin tuh. Ada kalau di ajak test nanti-nanti, takut, tapi ada juga yang memang belum tau caranya. Banyak sekali latar belakang yang mejadi kendala seseorang akhirnya tidak melakukan test HIV padahal seharusnya diperlukan. Melihat tingkat risiko dari aktifitas mereka, terutama aktifitas seksual mereka.

Padahal realitasnya tes HIV itu tidaklah sulit, prosesnya sama saja dengan ketika kita mau cek-cek kesehatan lainnya. Apalagi cek HIV ini menjadi program pemerintah untuk mengakhiri epidemi HIV di Indonesia sehingga banyak sekali dukungan pemerintah terhadap program kesehatan terutama HIV. Mulai dari test HIV yang hampir sebagian besar di layanan kesehatan tidak dibebankan biasa cek HIV, hingga akses obat ARV yang diberikan secara gratis sebagai upaya penanggulangan HIV.

Banyak dari kawan-kawan yang tahu bahwa dirinya berisiko menjadi was-was dan cemas. Biar tenang dan gak panik lagi, sudah seharusnya memberanikan diri untuk melakukan pengecekan kesehatan seksual. Langkah awal yang harus diambil “Siapkan untuk periksakan diri deteksi HIV”.

Bahkan ketika kawan-kawan mengalami kebingungan terhadap alur atau bagaimana memulai pembicaraan kalau mau cek HIV, kawan-kawan dapat meminta bantuan dari Lembaga Swadaya Masyarakan yang bergerak di isu HIV. Dengan senang hati kawan-kawan LSM akan membantu kalian mengakses ke layanan kesehatan, jadi tidak perlu lagi sungkan atau malu untuk membicarakan dan melakukan cek kesehatan seksual.

Saat di layanan kesehatanpun alur pelayanan tidak ribet, tinggal ke Layanan Kesehatan, daftarkan diri, Konsultasi dengan tenaga kesehatan, Cek darah dan tahu status HIVmu. Dengan tahu status HIVmu (reaktif/non reaktif) kita akan menjadi tahu langkah apa yang selanjutnya dapat diambil.